Blog Informasi Guru

di Suak

Senin, 28 Desember 2009

Evaluasi Pembelajaran di SD

Konsep Dasar Penilaian dalam Pembelajaran
Oleh MUNADI,S.Pd.SD

A. Pengertian Penilaian
Penilaian adalah suatu proses untuk mengambil keputusan dengan menggunakan
informasi yang diperoleh melalui pengukuran hasil belajar baik yang menggunakan instrumen
test maupun non-test.
Penilian dimaksudkan untuk memberi nilai tentang kualitas hasil
belajar.
Sedangkan Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk
mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya dibandingkan
dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah
menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar
untuk pengambilan keputusan.
Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990) mengatakan
bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses mengumpulkan, menganalisis dan
menginterpretasi informasi secaras sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian
tujuan pembelajaran.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses
mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk
pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi
dalam bidang pembelajaran.
Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam kegiatan
evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran. Pengukuran merupakan suatu proses
pemberian skor atau angka-angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan aturan-
aturan tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara pengukuran
(measurment) dan evaluasi (evaluation). Kegiatan pengukuran merupakan dasar dalam
kegiatan evaluasi.

Berikut ini disajikan beberapa pengertian dari istilah dalam penilaian/evaluasi.
1. Tes
Tes adalah sebagai seperangkat pertanyaan atau tugas yang direncanakan untuk
memperoleh informasi tentang trait atau sifat atau atribut pendidikan yang di dalam setiap
butir pertanyaan mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.
2. Pengukuran
Pengukuran pada dasarnya merupakan kegiatan penentuan angka dari suatu objek yang
diukur. Dengan kata lain Pengukuran diartikan sebagai pemberian angka pada status
atribut atau karakteristik tertentu yang dimiliki oleh orang, hal, atau obyek tertentu
menurut
aturan atau formulasi yang jelas.
3. Asesmen
Asesmen merupakan kegiatan untuk mengumpulkan informasi hasil belajar siswa yang
diperoleh dari berbagai jenis tagihan dan mengolah informasi tersebut untuk menilai hasil
belajar siswa dan perkembangan belajar siswa. Beberapa jenis tagihan yang digunakan
dalam asesmen antara lain: kuis, ulangan harian, tugas individu, tugas kelompok, ulangan
akhir semester, laporan kerja , dlsb.
4. Evaluasi
Evaluasi merupakan penilaian keseluruhan program pendidikan mulai perencanaan sampai
dengan pelaksanaannya. Evaluasi bertujuan untuk meningkatkan kualitas, kinerja atau
produk dari program yang dilaksanakan yang kegiatannya didahului dengan kegiatan
pengukuran dan asesmen. Tyler yang dikutip Mardapi, D. (2004) menyatakan bahwa
evaluasi merupakan proses penentuan sejauh mana tujuan pendidikan telah tercapai.
B. Kedudukan Tes, Pengukuran, Asesmen, dan Evaluasi
Tes merupakan salah satu jenis alat ukur, untuk melakukan pengukuran diperlukan alat ukur
berupa tes atau non-tes yang menghasilkan kumpulan data yang dapat digunakan untuk
menarik suatu kesimpulan yang merupakan asesmen. Dari komponen-komponen itu maka
dapat dilihat ketercapaian program yang telah direncakan dan dilaksanakan. Sehingga hal
tersebut dikenal dengan evaluasi.
C. Prinsip-prinsip Penilaian
1. Berorientasi pada pencapaian kompetensi.
2. Valid dan Reliabel.
3. Adil.
4. Obyektif.
5. Berkesinambungan.
6. Menyeluruh.
7. Terbuka.
8. Bermakna.
D. Pergeseran Paradigma Penilaian Hasil Belajar
Jika dilihat dari sisi waktu pelaksanaan tesnya, kita masih sering menemukan pengukuran
hasil belajar hanya bertumpu pada ujian akhir semester saja. Hal ini adalah merupakan model
penilaian hasil belajar yang tradisional. Sedangkan penguasaan siswa terhadap suatu
kompetensi tidak dapat diukur hanya pada hasil akhirnya saja tetapi proses belajar
bagaimana siswa mampu menguasai suatu kompetensi merupakan faktor yang sangat
penting. Dalam hal ini guru yang bersangkutanlah yang dapat menilai hasil belajar siswa.
Inilah yang dikenal dengan penilaian dalam arti asesmen. Dengan demikian terjadi pergeseran
paradigma dari penilaian yang berorientasi pada hasil akhir saja dan ke penilaian yang
berorientasi pada proses pembelajaran dan hasil belajar.

bbbeeeerrrrsssssaaaammmmmbbbbbbuuuuunnnnnngggggggg


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar